Nasib bahasa etnis di Indonesia terancam Hilang

12:05:00 AM

VIVA.co.id - Nasib bahasa etnis di Indonesia terancam. Hasil penelitian Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (P2KK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan fakta, bahasa etnis yang dimiliki Indonesia terancam punah.
Temuan LIPI cukup mencegangkan. Ada ratusan bahasa etnis yang bisa punah sewaktu-waktu. Padahal, Indonesia memiliki 746 bahasa etnis di penjuru Tanah Air. Hal ini yang menempatkan Indonesia dalam posisi kedua dalam laboratorium bahasa terbesar di dunia.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tak menyangkal hasil penelitian LIPI tersebut. Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa Kemendikbud, Sugiyono bahkan menyatakan, hampir semua bahasa daerah terancam punah.

Menurut dia, ada sejumlah faktor yang bisa menyebabkan punahnya bahasa daerah, salah satunya urbanisasi. Selain itu, perkawinan antaretnis dituding menjadi penyebab tergerusnya bahasa daerah. Berikut penuturan Sugiyono kepada VIVA.co.id, Kamis, 3 Desember 2015.
LIPI menyatakan sejumlah bahasa etnis terancam punah. Tanggapan Anda?
Semua bahasa terancam punah. Tak ada satu pun bahasa yang tak terancam, termasuk Bahasa Jawa yang penduduknya 84 juta jiwa.
Artinya semua bahasa daerah di Indonesia terancam punah?
Seorang ahli, namanya Simon Robinson yang peduli terhadap kepunahan bahasa menyatakan, pada akhir abad ini hanya tinggal 10 persen bahasa yang tersisa. Kalau bahasa dunia itu ada 7 ribu, maka tinggal sepuluh persen saja. Kalau rasio itu dibawa ke Indonesia, kita punya 700-an bahasa, maka akan tinggal 70 bahasa di Indonesia.
Apa yang menyebabkan kondisi tersebut?
Ada perang, ada bencana alam. Jadi, kalau perang antarsuku, salah satu suku kalah, mungkin itu akan habis, atau dia dipaksa untuk tidak menggunakan ciri khas budayanya.
Selain itu?
Yang paling gawat itu perkawinan antaretnis dan urbanisasi. Kalau orang dari daerah hijrah ke ibu kota, dia akan susah mempertahankan bahasa daerahnya karena harus beradaptasi. Kedua, perkawinan antaretnis, karena bahasa etnisnya akan dikorbankan. Bahasa pasangannya mungkin juga dikorbankan, lalu memakai bahasa Indonesia.
Artinya, 700 lebih bahasa etnis kita semua terancam?
Iya. Yang paling besar penduduknya kan Jawa, itu pun kita lihat yang muda-muda sudah tidak bisa lagi berbahasa Jawa. Artinya, itu terancam juga. Seringkali penghitungan angka-angka itu bias. Orang Jawa jumlahnya berapa, itu dianggap bisa berbahasa Jawa semua. Padahal, kan nggak. Orang Indonesia jumlahnya 250 juta, dianggap semua bisa berbahasa Indonesia. Padahal belum tentu.
Wilayah mana yang paling terancam?
Halmahera dan Papua. Kalau angka pastinya saya harus melihat contekan. Tapi, kalau mau lihat di Atlas yang dibuat UNESCO, Halmahera yang paling banyak.
Apa yang membuat warga tak menggunakan bahasa daerah mereka?
Faktor sosial ekonomi. Ada anggapan dengan hanya menguasai bahasa daerah, peluang ekonominya lebih sempit dibandingkan kalau menguasai bahasa Indonesia. Apalagi, kalau dia menguasai bahasa asing. Oleh karena itu, bahasa itu seperti saling caplok. Bahasa Indonesia dituduh penghancur bahasa daerah. Sementara itu, bahasa asing dituduh sebagai penghancur bahasa Indonesia.
Artinya, faktor ekonomi ikut menggerus bahasa lokal?
Iya, karena prinsip peluang itu. Bahwa dengan menguasai bahasa asing peluangnya lebih terbuka, daripada hanya menguasai bahasa Indonesia. Kalau peluangnya sama, saya kira tidak akan terjadi.
Lalu, apa langkah pemerintah untuk menciptakan peluang yang sama?
Kita sedang mengupayakan agar bahasa Indonesia mempunyai cakupan dan peluang yang sama. Untuk itu, Badan Bahasa mendapat tugas menginternasionalkan bahasa Indonesia. Jadi, suatu saat bahasa internasional ada tujuh. Yang enam sekarang ada di PBB, tambah satu lagi bahasa Indonesia.
Kapan itu?
Pasti lama. Mungkin saya sudah pensiun tiga kali belum jadi. Tapi, itu sudah ada di UU. Pemerintah berkewajiban membuat bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional.

Silahkan Baca Sumber selengkapnya di http://wawancara.news.viva.co.id/news/read/708092-semua-bahasa-daerah-terancam-punah

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔