Pengertian Kerangka Teoritis

10:56:00 PM
A.    Pengertian Kerangka Teoritis

Setiap peneliti yang ingin meneliti sesuatu sebenranya, sadar atapun tidak, telah mempunyai semacam gambaran, tentang apa yang bakal diketemukannya melalui penelitianya itu. Peneliti tersebut, dengan kata lain, mempunyai semacam “teori’’ tentang apa yang aka ditelitinya itu .

            “ teori’’ itu sendiri dipahami berbeda-beda oleh para pakar. Borg & call ( 1983), misalnya memberi definisi sebagai berikut :
            “ Teori adalah sistem yang bertujuan untuk menjelaskan suatu fenomena dengan cara merinci kontruk konstruk ( yang membentuk fenomena itu ), berserta hukum atau aturan yang mengatur keterkaitan antara konstruk dengan lainnya.
            Selanjutnya , para pakar juga membagi teori menjadi dua , yaitu teori kecildan teori besar. Teori kecil adalah teori yang menjelaskan suatu fenomena dalam skla kecil dan terbatas. Seseorang peneliti biasanya membangun teori ‘’ kecil ‘’ di dalam penelitiannya. Teorinya ini hanya melibatkan satu atau dua variable untuk menjelaskan suatu secara singkat.
            Teori besar adalah teori yang menjelaskan suatu fenomena secara utuh dan menyeluruh. Teori fisika kuantum, teori psiko-Nlia FREUD, TEORI EKONOMI MAKRO, DAN SEBGAINYA ADALAH BEBERAPA CONTOH TEORI BESAR. TEORI TEORI BESAR DIBANGUN OLEHBNAYK SEKALI TEORI teori kecil. Tidak ada atau hampir ada seorang pun di jagad raya ini yang pernah atau akan mampu membuat suatu teori besar dengan sendirian.

            Dengan demikian beberapa data kunci yang harus diperhatikan oleh oeneliti dalam pembuatan kerangka teoritik atau kerangka berfikir penelitiannya adalah :

1.      Penjelasan yang rasional
2.      Dukugan data teoritis dan empiris
3.      Variable-variable penelitian
4.      Keterkatitan antar variable.

B.     TUJUAN DAN MANFAAT KERANGKA TEORITIK

1.      Menjelaskan definisi operasional variable penelitian kita
2.      Menjleaskan pola hubungn antara satu dan lain variable
3.      Menentukan metodologi penelitian secara akurat
4.      Menentukan metode analisis yang tepat dan
5.      Menentukan cara penafsiran temuan secara objektif

Pertama, kerangka teoritik membantu kita menjelaskan definisi operasional variable yang akan kita teliti.
Kedua, kerangka  teoritik membantu ita menjelaskan dan menggambaarkan pola hubungan antara satu variable dangan lainnya. Tak menjadi soal apakah hubungan tersebut bersifat korelasioanal atau kausal ( sebab akibat ) tetapi pola yang tergambar ini membantu peneliti untuk mengeksplisitkan hal – hal yang ditelitinya. Dalam hal ini patut dicatat bahwa tidak semua penelitian melibatkan lebih dari satu variable yang saling berhubungan.
Ketiga, kerangka teoritik membantu ita menentukan metodologi penelitian secara akurat. Kita akan bisa menentukan apakah metode yang kita pakai nanti adalah survei yang bersifat deskriktif – eksploratif, dengan kerangka teoritik yang jelas kita juga mampu menentukan jenis data yang kita perlukan, intrumen data yang kita pakai, dan menentukan sumber data yang benar-benar sangat ditentukannya.
Keempat, kerangka teortik memberi gambaran kepada kita tentang rencana analisis data yang akan kita lakukan. Jika peneltian kita bersifat dekskriktif tanpa harus meneliti hubungan satu dan lain variable.
Kelima, kerangka teoritik yang akan membantu kita melakukan penafsiran temuan penelitian secara prposional, realitas, dan objektif. Kerangka teoritik yang baik dapat berfungsi sebagai ‘’ pagar’ yang membatasi area penelitian kita.

            Dengan demikian, dapatlah kita simpulkan bahwa teoritik menempati posisi yang sangat strategis dalam suatu penelitian. Tanpa kerangka teoritik yang baik, penelitian kita tidak akan jelas arahnya.

C.     Variable
Dalam rumusan sederhana , variable adalah segala sesuatu yang diteliti oleh seorang peneliti. Sesuatu itu mungkin, benda, sistem dan lain lain.
Dalam hal ini, kita menyadari bahwa sebagian besar dari kita percaya bahwa penelitian selalu melibatkan statistik. Sedangkan statistik selalu berhubungan dengan variasi nilai. Karena itu, variable sering kali diartikan sebagai’’ sesuatu yang mempunyai variasi nilai. Untuk penyebutan dan pembahasan, parapakar memeberi nama untuk suatu variable penelitiannya, ada variable bebas, terikat , antecedent, eksperimental, moderator,pengacau,kriterion dan lain lain.
Variable bebas adalah : Variable yang direkayasa
Variable terikat adalah Yang menjadi sasaran
Variable moderator adalah ( penengah )

Dalam penelitian observasi, Borg & Gall ( 1993) membagi ‘’ varable observasioanl’’ menajdi tiga macam yaitu, varaible deskriptif, varable inferensial, dan variable evaluatif. Variable desktriptif adalah veriable yang relatif bebas penilaian atau infrensi dari pengamat. Apa saja yang direkam oleh peniliti seperti apa adanya di lapangan disebut variable deskriftip.
            Variable evaluatif adalah variable yang dalam pengukurannya banyak dipengaruhi oleh subjektif penilaian peniliti. Misalnya peneliti mengamati perilaku pegawai dengan menggunakan ‘’skla prilaku’’. Disini ;; kualitas’’ perilaku yang diamati banyak dipengaruhi olehsubjektifits peniliti dalam skala penilaiannya.

D.    INDIKATOR
Satu konsep lain yang sangat penting dan pasti berhubungan dengan variable adalah ‘’ indikator’’. Indikator sangat penting, sebab data yang dibutuhkan oleh peneliti tergantung sepenuhnya pada kejelasan indikator bukan pada variable. Jika indikator tidak jelas, maka peneliti akan mendapatkan kesulitan serius dalam pengupulan data. Karena itu perlu dikaji, apa itu indikator.
Indikator adalah, sesuatu yang diteliti dan di ukur, tetapi indikator yang berbeda dari variable dari segi derajat empirinya. Jika variable terletak pada derajat yang abstrak dan konseptual, maka indikator terletak pada derajat operasionalnya.

Jadi, indikator itu sebenarnya variable juga, tetapi posisinya ada di dunia empiris dan siap dijadikan data. Dengan kata lain yang agak teknis, indikator adalah hasil turunan variable yang memiliki sifat cukup empirisnya untuk dapat ditransformasikan menjadi data.

E.     Model PENELITIAN
Model penelitian adalah visualisasi kerangka teoritik penelitian. Bila di dalam kerangka teoritik peniliti menjelaskan variable variable. Maka di dalam model penelitian penjelasan digambarkan melalui visual, tetai, tidak semua peneliti mempunyai model podel penelitian sebab tidak semua penelitian yang mengandung variable-variable dapat divisualisasikan.

F.      HIPOTESIS
Satu hal yang berhubugan erat dengan kerangka teoritik, adalah hipotesis. Hipoteisis juga terkait dengan permasalahan penelitian. Secara singkat, dapat dikatakan bahwa hipotesis penelitian yang baik pasti berdasarkan pada kerangka teoritik yang baik. Tetapi suatu kerangka teoritik belum tentu bermuara pada suatu hipotesis.

Semua peneliti dimulai dengan pertanyaan yang diajukan oleh seorang peniliti. Hipotesis pada hakikatnya adalah jawaban penliti terhadap pertanyaan yang diajukan itu. Jawaban ini diberikan sebelum penelitian itu sendiri dilakukan. Karena itu, jawaban ini masih perlu diuji kebenarannya.
a.       MACAM MACAM HIPOTESIS
1.      Hipotesis not
Hipotesis yang berisi pertanyaan ketiadaan hubungan antar variable yang diteliti atau ketiadaan perbedaan anatar entetias-entetitas yang dibandingkan.
2.      Hipotesis Alternatif
Hipotesis yang menjadi lawan dari hipotesis not. Hipotesis nol tidak menunjukkan adanya hubungan , perbedaan atau arah kecendrungan variable yang diteliti, maka hipotesis justru berisi pernyataan sebaliknya, karena itu, hupotesis alternatif disebut juga hipoesis direksioanal. 

KESIMPULAN
KERANGAKA TEORITIK DALAM PENELITIAN KUALITATIF

Permasalahan dalam penilitian kualitiatif telah dijelaskan bahwa tujuan penelitian kualitatif adalah untuk menjelaskan atau memahami makna di balik realitas. Karena itu konon disarankan kepada seorang peneliti kualitatif agar ia membuka pikiran dan hatinya lebar lebar terhaddap realitas yang akan ditelitinya. Dan membuang jauh prasangka teori teori yang dapat mengacaukan pemahaman terhadaprealitas tersebut seperti apa adanya .

Kerangka teoritik masih diperlukan dalam penelitian kualitatif tetapi fungsinya tidak sebagai pagar yang membatsi penelitianyya . dalam hal ini kerangka terotik lebih berperan sebagai titik berangkat dan landasan bagi peniliti untuk menganalisis dan memahami realitas yang ditelitinya, secara alamiah.

Share this :

Previous
Next Post »
0 Komentar

Penulisan markup di komentar
  • Silakan tinggalkan komentar sesuai topik. Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau sejenisnya akan dihapus.
  • Untuk menyisipkan kode gunakan <i rel="code"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan kode panjang gunakan <i rel="pre"> kode yang akan disisipkan </i>
  • Untuk menyisipkan quote gunakan <i rel="quote"> catatan anda </i>
  • Untuk menyisipkan gambar gunakan <i rel="image"> URL gambar </i>
  • Untuk menyisipkan video gunakan [iframe] URL embed video [/iframe]
  • Kemudian parse kode tersebut pada kotak di bawah ini
  • © 2015 Simple SEO ✔